Kominfo Puji Penyerapan Tenaga Kerja di Industri Telko


Diposting oleh :
Kategori: - Dibaca: 7 kali

image

Jakarta - Kurang lebih hampir dua bulan sudah pencarian tenaga kerja baru di industri telekomunikasi digelar. Puluhan tenaga kerja sudah diserap dan mendapat tanggapan yang baik dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Bertajuk 4G-5G RNO Engineering Development Program, acara yang merupakan hasil kerjasama Universitas Indonesia dengan PT Immobi Solusi Prima ini, mencari lulusan baru dari berbagai universitas di Indonesia. Para fresh graduate ini digembleng selama dua bulan dan mendapat pelatihan agar nantinya siap untuk bekerja di industri telekomunikasi di Indonesia.

Menurut Rury Nazif selaku Direktur Immobi, ajang ini diadakan sebagai bentuk perlawanan terhadap maraknya pekerja dari asing yang ada di Indonesia, khususnya di industri telekomunikasi. Dari sekian banyak, porsi asing di sektor engineering menempati persentase 30%.

Karenanya, acara 4G-5G RNO Engineering Development Program dirasa sangat penting diadakan, mengingat ajang ini menempa para lulusan agar siap bekerja. Diakui Rury, program yang ia gelar berlangsung lancar dan sesuai harapan. 

"Sampai per hari ini sudah sekitar 50 orang diambil oleh banyak perusahaan, kurang lebih enam perusahaan lah. Nah yang sisa ini, sebenarnya sudah diambil juga untuk regional Jabodetabek. Tinggal menunggu progam berjalan, maka semuanya siap kerja," ujar Rury ketika ditemui detikINET di Fakultas Elektronik Universitas Indonesia, Rabu (1/2/2017).

"Jadi intinya begini. Alhamdulillah, semuanya yang kami latih bisa diserap. Dengan artian, materi yang kami kasih itu match dengan kebutuhan industri dan langsung bisa diserap," lanjutnya.

Adapun pemberian kuliah umum untuk pengetahuan teknologi feature disampaikan oleh banyak pihak yang memang berhubungan dengan industri. "Kami mendatangkan perusahaan-perusahaan seperti ZTE, Huawei, Ericsson, dan NSN. Program ini pun mendapat dukungan dari Kominfo," kata Rury.

Dari total 21 modul yang diberikan, pihaknya menyelenggarakan sebanyak tujuh kali ujian. Dari tujuh tes dipilih 15 yang terbaik yang berhak atau bebas memilih perusahaan di mana ia mau ditempatkan. "Sisanya ditempatkan di perusahaan yang membutuhkan," terangnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Penataan Sumber Daya Kominfo, Denny Setiawan, mendukung adanya program pencarian tenaga kerja baru seperti ini. "Bagus sekali. Jadi, dari pendidikan memberikan dasar secara teori. Tapi tentunya akan semakin bagus dengan adanya sharing pengalaman, baik dari industri, vendor, operator, maupun regulator," ujar Denny ditemui di kesempatan yang sama.

Hal ini menurut Denny menunjukkan adanya kebutuhan tenaga untuk layanan broadband sangat dibutuhkan. "Kalau dilihat dari gap jaringan telekomunikasi yang lowong, maka tenaga kerja ahli baru di telekomunikasi sangat dibutuhkan. Kita kan juga ingin melihat saudara-saudara kita di pelosok Indonesia mendapatkan layanan yang sama dengan yang di kota," pungkasnya. (detikcom/mag/rns)

Solusi Hemat Telekomunikasi bisa anda dapatkan melalui Mitratelecom Global Mandiri